Inilah 6 Cara Mengatasi Penyakit Asma Saat Pendakian


Mendaki Gunung adalah Olahraga paling melelahkan sedunia, bukan hanya menantang maut tapi juga menantang nyali guys! Saya pernah punya pengalaman mendaki gunung dengan orang yang berpenyakit Asma haduhh berbahaya sekaligus menyenangkan haha.

Baik saya akan bercerita tentang pendakian gunung terlebih dahulu...

Pada akhir 2015, Saya mendaki dengan Kelompok Pecinta Alam di Gunung Salak untuk mengambil Nomor Tanda Anggota (Bagi MAPALA dan SISPALA pasti sudah tahu) diawal keberangkatan hanya beberapa orang yang pernah menjejakan kaki-nya di puncak gunung salak khususnya Puncak Manik (Salak 1).

Ah sialan memang, Gunung Salak (hanya) setinggi 2211 MDPL bagi Para Pendaki (mungkin) banyak yang meremehkan-nya. Tentu tidak bagi saya, karena sudah pernah menapaki jalurnya. Tebing menanjak tajam yang sangat tidak rekomended bagi pemula gaes!

Oh iya singkat cerita ketika (hampir) menyampai puncak. Salah satu rekan saya mengalami gejala asma (sudah kayak mau mati gitu) napas terengah-engah. Waduh ini anak kalau mati bisa panjang urusannya.

Alhasil selain menyuruh istirahat saya, melakukan berbagai pertolongan gaes! diantaranya:

  • Suruh duduk
  • Minum Air Oksigen
  • Napas Pelan-pelan
  • Tukeran Tas

Begitulah pertolongan pertama saya bagi korban asma saat mendaki gunung gaes. Dengan keadaan panik dan tidak serba tahu karena baru pertama kali juga mengurusi hal begini. Ya jadi serba apa adanya.

Alhamdulillah, Rekan saya masih bisa tertolong walau tas gendongnya harus kita kawin silang biar si korban juga kuat dan napasnya makin lancar -_- haduhh enak banget ya gaes. Oke setelah itu saya lulus pengambilan nomor serta pengambilan gambar tentunya gaes. Karena hari itu pula esoknya adalah hari kelahiran anak di hari rabu (Yaitu saya) ^_^

Ya ya ya itulah pengalaman singkat saya ketika mendaki Gunung dengan rekan yang terkena asma. Bagaimana mengatasi penyakit asma dengan benar? Menurut rujukan yang saya baca ternyata banyak cara alternatif yang dapat dilakukan unutuk (mengantisipasi) gelaja asma. Berikut adalah cara-caranya:


1. PERIKSA KESEHATAN SEBELUM PENDAKIAN

Tentu ini peraturan mutlak saat melakukan pendakian yang sering dilupakan termasuk oleh saya pribadi hihi padahal penting juga loh! memeriksa kesehatan sebelum mendaki. Misalnya :

  • Cek Ke dokter
  • Cek ke diri sendiri
  • Cek ke mantan orang yang paling kamu percaya

Ya meski harus merogok kocek lebih dalam tapi untuk keselamatan apa salahnya sih terutama untuk para penderikta penyakit khusus hihi ^_^


2. LATIHAN FISIK SEBELUM PENDAKIAN

Hihi yaiyalah bosqu soalnya untuk pendaki yang biasanya kalong wewe (Tidur Pagi Bangun Malam) seharusnya memerhatikan latihan fisik. Misalkan :

  • Mengelilingi Kenangan Lapangan 10X
  • Lari dari kenyataan beberapa Kilometer
  • Senam apa we yang penting fisik kuat

Jangan sampe fisik nge-down saat pendakian, bisa ngerepotin temen-temen loh! Ngga kasihan apa kalau terjadi sesuatu yang merepotkan (Ya namanya juga sohib pasti bantuin lah) Ya iya pasti bantuin tapi kalau situ ngga mau latihan fisik sebelum pendakian sama aja takabur borrr! Haduh jadi orang jangan sombong takut dikutuk jadi tai batu :p


3. PENDAKIAN YANG MENYESUAIKAN KONDISI TUBUH

Halah halahhh namanya juga mendaki gaes...Ketelitian dalam memilih gunung juga menjadi taruhan nyawa. Buat situ yang menderita penyakit khusus---saya sarankan---untuk mendaki sesuai kapasitas diri sendiri borrr. Ya, (minimal):

  • Mendaki dibawah 2000 MDPL 
  • lalu diatas 2000 MDPL 
  • terus ke 3000 MDPL

Bertahap gaes soalnya dibalik oksigen terbatas, tentu kondisi fisik pun memiliki keterbatasan. Jangan sampe entar langsung loncat-loncat ketinggian waduh bahaya bisa jatuh fisik kita bor!


4. BAWA OBAT PRIBADI

Inilah hal (paling) mutlak banget perlu disadari gaes. Banyak dari kita sering ngeyel termasuk saya pribadi tentang obat-obatan yang terbilang sering---disepelekan---haduhh daripada entar berabe mending persiapin buat jaga-jaga. Misalkan :

  • Obat Pribadi
  • Tabung Gas Oksigen
  • Minuman Keras Beroksigen

Kalau terjadi apa-apa tinggal langsung ngobat gaes biar seret en mantap! haha


5. DI GUNUNG DINGIN DI TUBUH KUDU HANGAT

Serius gaes, gunung itu beda dengan kota. Suhunya bisa sampe dibawah 10 derajat weleh-weleh tiris pula kalau kata orang sunda mah ^_^ mending persiapin kehangatan tubuhnya gaes. Mungkin calon pendaki bisa membawa:

  • Jaket Waterproof and Windproof
  • Sleeping Bag Bulu Angse
  • Kupluk Villa
  • Sarung Ronda Tangan
  • Kaos Kaki Ajaib

Tapi serius gaes...Harus perhatiin tubuh sendiri. Apalagi soal kehangatan itu nomer satu. Ya kalau ngga mau dihangatin sih ngga apa-apa. Biar kamu merasakan dinginnya gunung sekaligus hati si doi :p


6. LAKUKAN PENDAKIAN SAAT PAGI

Uh seger tuh gaes, pagi-pagi naik gunung udah berasa olahraga lima jari lari pagi (serius) untuk mu yang menderita penyakit khusus (banyak-banyak) mendaki di pagi hari. Selain mempengaruhi kondisi psikis dan fisik ternyata bisa mempercepat langkah gaes ^_^ Apalagi kalau pagi hari itu hawanya enak banget gaes. Disaranin dah harus mendaki pagi hari biar oksigen juga puas tuh ngisepnya anjay! udah ngga perlu tabung oksigen kayaknye :P

Banyak para pendaki di jaman serba modern ini, Ternyata banyak dari mereka sering tidak memperhatikan hal kecil seperti ini mulai dari:

  • Kehangatan mantan tubuh
  • Beban Hidup Tas Punggung
  • Penyakit pribadi

Halah mak! Tak mengapa yang penting have fun benar? haha salah! yang penting pulang dengan selamat meski tidak mencapai puncak. Mau pulang tinggal nama atau bawa nama (haduh sama aja tong) hehe intinya perhatiin kondisi sendiri biar ngga ngerepotin sohib sendiri. Sekian terimakasih.

MARI BUDAYAKAN
SHARE JIKA BERMANFAAT
KOMEN JIKA SELESAI MEMBACA

No comments:

Powered by Blogger.