Lawan Politik PKI melakukan Epic Comeback (Sebuah Opini)
Gerakan 30 September menjadi titik balik sejarah Partai Komunis Indonesia namun apakah kudeta merangkak tersebut dapat mempengaruhi pemikiran masyarakat tentang Ideologi telarang Komunisme? Tentu saja jawaban IYA.
Sekilas ane jabarin deh tentang Gerakan Kudeta Pe Ka Ai di Lubang Buaya. Pertama, Penculikan 7 Orang Jendral yang katanye tidak pro rakyat alias Korup dan Bergelimang Harta sedangkan Rakyat Melarat.
Kedua, Penculikan terjadi dan mereka dibawa ke Lubang Buaya (Versi Film G-30-S yang ane tonton di Lapangan) owalahh... begitu toh penculikan buat mengatasnamakan Rakyat. Namun, sayangnya Rakyat menolak Kudeta mereka. (Ini yang disebut Epic Come Back-nya Golongan Kanan).
Secara sederhana ane lihat nih ye sedikit baca-baca juga. Buat Apaan Pe Ka Ai memberontak sedangkan saat itu Keadaan Mereka (Partai Komunis Indonesia dan sejenisnya) :
Ternyata KUDETA ini menjadi momentum (Epic Come Back) yang dapat dimanfaatkan lawan politiknya (Golongan Kanan dan Agamis). Kaum Agamis kita ketahui sendiri yak! pernah dibantai pada saat kudeta pertama (Madiun 1948) banyak pemuka agama di bunuhin satu persatu guys!
Namun duka negara duka masyarakat. Kudeta menjadi pil pahit bagi kaum KIRI yang ingin memperjuangkan rakyat dengan visi "Masyarakat Tanpa Kelas" owalahh kasian pula niat baik dibalas keburukan.
Setelah Reformasi, ketika buku-buku ke-kiri-an mulai dipopulerkan kembali. Banyak Kaum yang berideologi Kiri bertebaran bak buih pasir di lautan. Apakah Komunisme akan bangkit? Hahaha tentu saja tidak guys (Sudah diatur dalam Tap MPR) tapi ia bak manusia tanpa jasad.
Ideologi terlarang yang dibekukan pemerintah sudah cukup mewakili ideologi mayoritas masyarakat Indonesia. Kita sebut saja Komunisme dan Khilafah. Dua-duanya mewakili mayoritas namun dibekukan oleh minoritas.
Demokrasi merupakan sistem yang cukupbaik untuk Masyarakat Indonesia namun sayangnya Demokrasi hari ini sudah disusupi paham-paham yang tidak orisinil. Dimana sistem Demokrasi saat ini hanyalah pemicu skandal korupsi. Itu bukanlah hal tabu bagi masyarakat bahwa Demokrasi menghasilkan seperti itu.
Untuk saat ini, Demokrasi dapat dipandang cukupbaik oleh Masyarakat Indonesia namun pada saatnya, Demokrasi yang katanya ke Pancasilaan ini akan pudar secara perlahan. Oleh sebab itu, Kembalikanlah Demokrasi Kerakyatan yang dulu digagas oleh pendiri bangsa! Sekian terimakasih.
Sekilas ane jabarin deh tentang Gerakan Kudeta Pe Ka Ai di Lubang Buaya. Pertama, Penculikan 7 Orang Jendral yang katanye tidak pro rakyat alias Korup dan Bergelimang Harta sedangkan Rakyat Melarat.
Kedua, Penculikan terjadi dan mereka dibawa ke Lubang Buaya (Versi Film G-30-S yang ane tonton di Lapangan) owalahh... begitu toh penculikan buat mengatasnamakan Rakyat. Namun, sayangnya Rakyat menolak Kudeta mereka. (Ini yang disebut Epic Come Back-nya Golongan Kanan).
Secara sederhana ane lihat nih ye sedikit baca-baca juga. Buat Apaan Pe Ka Ai memberontak sedangkan saat itu Keadaan Mereka (Partai Komunis Indonesia dan sejenisnya) :
- Sedang dipuncak Kekuasaan
- Selalu menang PEMILU
- Dekat dengan Presiden Soekarno
- Partai Komunis Terbesar di Dunia
- Anggota yang banyak dan kuat
Ternyata KUDETA ini menjadi momentum (Epic Come Back) yang dapat dimanfaatkan lawan politiknya (Golongan Kanan dan Agamis). Kaum Agamis kita ketahui sendiri yak! pernah dibantai pada saat kudeta pertama (Madiun 1948) banyak pemuka agama di bunuhin satu persatu guys!
Namun duka negara duka masyarakat. Kudeta menjadi pil pahit bagi kaum KIRI yang ingin memperjuangkan rakyat dengan visi "Masyarakat Tanpa Kelas" owalahh kasian pula niat baik dibalas keburukan.
Setelah Reformasi, ketika buku-buku ke-kiri-an mulai dipopulerkan kembali. Banyak Kaum yang berideologi Kiri bertebaran bak buih pasir di lautan. Apakah Komunisme akan bangkit? Hahaha tentu saja tidak guys (Sudah diatur dalam Tap MPR) tapi ia bak manusia tanpa jasad.
Tidak serta-merta hadir namun ada dikhalayak ramaiKetakutan yang berlebihan terhadap komunisme adalah candu yang disusupi Orde Baru. Sama sekali bukan ideologi KOMUNISME yang ditakuti pemerintah. Namun, Pemerintah Pasca Reformasi lebih menakuti ideologi Khilafah yang dibawa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena selain kaum minoritas tidak setuju (mungkin) juga Wakil Rakyat ketar-ketir dengan peraturan yang akan diberlakukan oleh ideologi tersebut. hihi hampir sama lah kira-kira ketakutannya dengan sistem komunisme.
Ideologi terlarang yang dibekukan pemerintah sudah cukup mewakili ideologi mayoritas masyarakat Indonesia. Kita sebut saja Komunisme dan Khilafah. Dua-duanya mewakili mayoritas namun dibekukan oleh minoritas.
Demokrasi merupakan sistem yang cukup
Untuk saat ini, Demokrasi dapat dipandang cukup

No comments: